Wednesday, June 12, 2013

Bab 1: Limbah
Kaji Ulang (halaman 3)
1. Limbah adalah sisa/buangan dari suatu usaha dan/atau kegiatan manusia.
2. Baku mutu lingkungan adalah ukuran batas atau kadar makhluk hidup, zat, energi, atau komponen yang ada atau harus ada dan/atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam suatu sumber daya tertentu sebagai unsur lingkungan hidup.
3. Limbah yang ada di lingkungan harus berada di bawah batas baku mutu lingkungan agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan.
Kaji Ulang (halaman 16)
1. Limbah organik secara kimiawi berarti segala limbah yang mengandung unsur karbon, sedangkan secara teknis berarti limbah yang berasal dari makhluk hidup dan sifatnya mudah busuk. Limbah anorganik secara kimiawi berarti segala limbah yang tidak mengandung unsur karbon, sedangkan secara teknis berarti limbah yang tidak dapat atau sulit terurai secara alami (sulit membusuk).
2. Limbah cair dapat dibagi menjadi:
· Limbah cair domestik
· Limbah cair industri
· Rembesan dan luapan
· Air hujan
3. Contoh limbah padat organik yang berasal dari limbah domestik:
· Sisa makanan
· Sampah sayuran dan kulit buah-buahan
· Bangkai binatang
· Daun-daun kering
4. Contoh limbah yang dapat didaur ulang:
· Kertas
· Plastik
· Kaleng alumunium
· Karet
5. Limbah B3 adalah sisa suatu kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan beracun, yang karena sifat dan/atau konsentrasinya, baik secara langsung maupun tak langsung merusak lingkungan hidup, kesehatan, maupun manusia.
Latihan Akhir Bab (halaman 17)
A.
1. b 2. a 3. d 4. a 5. c
6. d 7. e 8. c 9. d 10. e
11. e 12. a 13. d 14. e 15. e
B.
1. Limbah adalah sisa/buangan dari suatu usaha dan/atau kegiatan manusia.
2. Limbah organik mengandung unsur karbon dan umumnya mudah busuk sedangkan limbah anorganik tidak mengandung unsur karbon dan/atau sulit busuk.
3. Berdasarkan sumbernya, secara umum limbah dapat dibagi menjadi:
· Limbah domestik, yaitu limbah hasil kegiatan rumah tangga dan usaha.
· Limbah industri, yaitu limbah buangan proses industri.
· Limbah pertanian, yaitu limbah dari daerah pertanian atau perkebunan.
· Limbah pertambangan, yaitu limbah dari kegiatan pertambangan.
4. Limbah padat dapat dibagi menjadi:
· Sampah organik mudah busuk, yaitu yaitu limbah padat organik semi basah yang mudah membusuk secara alami.
· Sampah anorganik dan organik tak membusuk, yaitu limbah padat anorganik atau organik cukup kering yang sulit membusuk secara alami.
· Sampah abu, yaitu limbah padat berupa abu atau debu.
· Sampah bangkai binatang
· Sampah sapuan, yaitu limbah padat hasil sapuan jalanan
· Sampah industri
5.a.Macam-macam limbah gas di antaranya adalah karbon monoksida, karbon dioksida, nitrogen oksida, sulfur oksida, metan, amonia, dan nitrogen sulfida.
b.Sifat gas-gas tersebut adalah:
· karbon monoksida dan karbon dioksida à tidak berwarna, tidak berbau
· nitrogen oksida à berwarna, berbau
· sulfur oksida dan amonia à tidak berwarna, berbau
· metan dan nitrogen sulifda à berbau
6. Limbah cair dapat dibagi menjadi:
· Limbah cair domestik, yaitu limbah cair hasil buangan rumah tangga, perdagangan, perkantoran, dan sarana sejenis.
· Limbah cair industri, yaitu limbah cair hasil buangan industri.
· Rembesan dan luapan, yaitu limbah cair yang berasal dari berbagai sumber yang memasuki saluran pembuangan limbah cair melalui rembesan ke dalam tanah atau melalui luapan dari permukaan.
· Air hujan, yaitu limbah cair yang berasal dari aliran air hujan di atas permukaan tanah.
7. Limbah B3 adalah sisa suatu kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan beracun, yang karena sifat dan/atau konsentrasinya, baik secara langsung maupun tak langsung merusak lingkungan hidup, kesehatan, maupun manusia. Yang termasuk limbah B3 adalah senyawa:
· Mudah meledak
· Pengoksidasi
· Amat sangat mudah terbakar, sangat mudah terbakar, mudah terbakar
· Amat sangat beracun, sangat beracun, beracun
· Berbahaya bagi lingkungan
· Karsinogenik
· Teratogenik
· Mutagenik
8. Contoh limbah yang bersifat reaktif adalah amonia, sianida, sulfida, dan senyawa peroksida.
9. Limbah beracun adalah limbah yang mengandung pencemar bersifat racun bagi manusia atau lingkungan yang dapat menyebabkan kematian atau sakit yang serius apabila masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan, kulit, atau, mulut. Contoh limbah beracun adalah yang mengandung merkuri, pestisida, dan racun tikus.
10. --------Jawaban bervariasi (sesuai jawaban siswa)----------
Bab 2: Polusi
Kaji Ulang (halaman 21)
1. Polusi adalah masuknya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan tidak dapat berfungsi sesuai peruntukannya.
2. Suatu zat dapat menjadi polutan apabila keberadaannya di lingkungan melebihi baku mutunya, di tempat yang tidak semestinya, atau di saat yang tidak tepat.
3. Polusi di lingkungan terus meningkat akibat populasi manusia terus meningkat dan teknologi serta perekonomian semakin pesat sehingga limbah yang dihasilkan manusia juga bertambah banyak dan akhirnya menjadi polutan di lingkungan.
Kaji Ulang (halaman 33)
1. Polutan primer adalah polutan udara yang timbul langsung dari sumber polusi udara.
2. Contoh polutan udara yang berasal dari kendaraan bermotor adalah:
· Timbal
· Mangan
· karbon monoksida
· karbon dioksida
· senyawa hidrokarbon
3. Contoh polutan air yang berasal dari limbah rumah tangga adalah:
· Agen-agen penyebab penyakit
· Limbah yang memerlukan oksigen
· Deterjen
· Plastik
· Nutrien tumbuhan
4. Pestisida adalah senyawa yang digunakan untuk membunuh makhluk hidup yang dianggap mengganggu oleh manusia.
5. Sumber utama polusi tanah adalah dari kegiatan pertanian. Selain itu, polusi tanah dapat juga berasal dari rumah tangga dan industri.
Kaji Ulang (halaman 35)
1. Polutan yang dapat dihasilkan oleh lingkungan pertanian di antaranya adalah:
· Nitrogen
· Fosfor
· Pestisida
· Amonia
· Partikel tanah
2. Polutan udara yang dapat dihasilkan oleh lingkungan industri di antaranya adalah:
· Sulfur oksida
· Nitrogen oksida
· Karbon dioksida
· Tetrakloroetilen
3. --------Jawaban bervariasi (sesuai jawaban siswa)----------
Kaji Ulang (halaman 42)
1. Indikator polusi adalah faktor-faktor di lingkungan yang dapat diukur untuk menunjukkan adanya degradasi atau kerusakan pada lingkungan yang tercemar.
2. Indikator kimia yang dapat mengindikasikan adanya polusi udara di antaranya adalah:
· Senyawa karbon monoksida
· Senyawa sulfur dioksida
· Senyawa nitrogen oksida
· Materi partikulat
3. Indikator fisik bagi polusi air di antaranya adalah kekeruhan, bau, warna, dan suhu air.
4. DO adalah jumlah oksigen terlarut dalam air. BOD adalah jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh makhluk hidup dalam air.
5. Cacing tanah dapat menjadi indikator biologi bagi polusi tanah karena caicing tanah memiliki habitat asli di tanah dan keberadaannya sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah (suhu, kelembapan, pH, dll). Polusi tanah akan mempengaruhi kondisi tanah sehingga juga akan mempengaruhi populasi cacing tanah.
Latihan Akhir Bab (halaman 44)
A.
1. c 2. e 3. a 4. a 5. b
6. c 7. b 8. a 9. c 10. d
11. b 12. a 13. c 14. c 15. d
16. d 17. d 18. e 19. a 20. a
B.
1. Polusi adalah masuknya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan tidak dapat berfungsi sesuai peruntukannya.
2. --------Jawaban bervariasi (sesuai jawaban siswa)----------
3. Knalpot kendaraan bermotor dan cerobong pabrik mempunyai andil besar dalam pencemaran udara karena keduanya menghasilkan polutan-polutan udara dalam jumlah besar, di antaranya karbon monoksida, karbon dioksida, dan nitrogen oksida.
4. Polutan yang dihasilkan lingkungan industri yang dapat menyebabkan polusi air di antaranya adalah:
· limbah yang memerlukan oksigen
· plastik
· senyawa asam
· merkuri
· nutrien tumbuhan
5. Sumber langsung polusi air berarti sumber polusi yang membuang polutan di lokasi spesifik melalui saluran pembuangan langsung menuju badan atau permukaan air. Sumber tidak langsung polusi air berarti sumber polusi yang asalnya dari berbagai area dan memasuki badan air tidak di lokasi spesifik atau melalui saluran langsung, melainkan terbawa oleh aliran air atau udara.
6. Lingkungan kerja yang dapat menjadi sumber polutan air berupa bahan kimia organik di antaranya adalah:
· lingkungan pertanian
· lingkungan perkebunan
· kilang minyak
· industri kertas
7. Polusi tanah adalah berbagai perubahan fisik dan kimia pada tanah yang memberi dampak negatif bagi kehidupan tumbuhan dan makhluk hidup lain yang hidup di tanah.
8. Sumber utama polusi tanah adalah kegiatan pertanian dan perkebunan, yaitu dari pupuk, pestisida, dan kegiatan irigasi. Selain itu, kegiatan industri dan rumah tangga juga dapat menyebabkan polusi tanah, yaitu dengan menghasilkan sampah padat.
9. Polusi tanah, polusi air, dan polusi udara saling berhubungan satu sama lain karena adanya siklus atau perputaran materi. Artinya, polutan di tanah dapat mencemari air dan udara, begitu juga sebaliknya, karena polutan tersebut terbawa aliran materi, dari tanah ke perairan, menguap ke udara, terpresipitasi dan turun kembali ke tanah (daratan) dan/atau perairan, dan seterusnya berulang.
10.a.Indikator polusi udara di antaranya adalah:
· indikator fisik à warna, bau
· indikator kimia à kadar senyawa-senyawa polutan
· indikator biologi à lumut kerak
b.Indikator polusi tanah di antaranya adalah:
· indikator fisik à warna, kepadatan, porositas, tekstur
· indikator kimia à pH, salinitas, kandungan nitrogen dan fosfor
· indikator biologi à cacing tanah
Bab 3: Dampak Polusi terhadap Kesehatan Manusia dan Lingkungannya
Kaji Ulang (halaman 58)
1. Asbut industri adalah asbut yang berasal dari senyawa polutan yang dihasilkan oleh industri atau kegiatan pembakaran, yaitu terutama sulfur oksida. Asbut fotokimia adalah asbut yang berasal dari senyawa polutan yang dapat mengalami reaksi fotokimia di atmosfer, yaitu terutama nitrogen oksida dan senyawa hidrokarbon.
2. Gas karbon monoksida (CO) yang terhirup dapat menyebabkan gejala pusing, sakit kepala, rasa mual, kerusakan otak, dan kematian. Hal ini disebabkan gas CO dapat bereaksi dan berikatan dengan hemoglobin pada sel darah merah sehingga mengganggu suplai oksigen yang sangat diperlukan tubuh.
3. Hujan asam adalah hujan yang memiliki pH rendah (asam-dibawah 5,6) akibat senyawa-senyawa polutan yang terlarut dengan air hujan.
4. Dampak pemanasan global di antaranya adalah:
· Meningkatkan permukaan air laut sehingga dapat menimbulkan banjir atau menenggelamkan pulau-pulau
· Meningkatkan penyebaran penyakit menular
· Menimbulkan perubahan pola iklim sehingga dapat terjadi kekeringan, angin besar, atau banjir besar di beberapa wilayah
5. Contoh polutan yang dapat menyebabkan penipisan ozon adalah:
· Klorofluorokarbon (CFC)
· Metil bromida
· Metil kloroform
· Karbon tetraklorida
Kaji Ulang (halaman 68)
1. Polusi air dapat menyebabkan air tidak dapat digunakan lagi untuk aktivitas rumah tangga, seperti untuk memasak, mencuci, mandi, dan minum.
2. Mikroorganisme patogen yang dapat tersebar melalui air di antaranya adalah:
Jenis Mikroorganisme
Penyakit
Virus hepatitis A
Virus polio
Escherichia coli (strain patogen)
Vibrio cholerae
Shigella dysentriae
Salmonella typhi
Balantidium coli
Entamoeba histolytica
Giardia lamblia
Ascaris lumbricoides
Taenia saginata
Schistosoma sp.
Hepatitis A
Polio
Diare
Kolera
Disentri
Tifus
Balantidiasis
Disentri amuba
Giardiasis
Ascariasis
Taeniasis
schistosomiasis
3. Keracunan timbul dapat menyebabkan:
· Keguguran, kelahiran prematur, atau kematian janin pada wanita hamil
· Cacat mental dan gangguan fisik pada anak-anak
· Meningkatkan resiko hipertensi pada orang dewasa
4. Eutrofikasi adalah peristiwa meningkatnya jumlah nutrien dalam perairan sehingga menjadi berlebih dan dapat menimbulkan ledakan populasi alga (algae blooming).
5. Polusi air oleh limbah yang mudah busuk akan menyebabkan populasi mikroorganisme pembusuk dalam perairan akan meningkat. Akibatnya, kebutuhan oksigen perairan (BOD) meningkat sehingga DO menurun.
Kaji Ulang (halaman 70)
1. Limbah padat anorganik dapat menyebabkan polusi tanah karena limbah ini sulit terurai sehingga akan menumpuk untuk waktu lama, menyebabkan tanah tidak dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan lain. Selain itu, jika limbah tersebut mengandung senyawa beracun maka senyawa tersebut dapat meracuni biota tanah dan makhluk hidup lain.
2. Salinisasi adalah peningkatan kadar garam pada tanah.
3. Polusi tanah dapat menyebabkan tanah tidak dapat dimanfaatkan oleh manusia sesuai peruntukkannya, seperti untuk pertanian dan lahan pemukiman, serta juga dapat menimbulkan gangghguan kesehatan atau penyebaran penyakit.
Latihan Akhir Bab`(halaman 73)
A.
1. a 2. c 3. b 4. d 5. c
6. d 7. c 8. a 9. d 10. c
11. d 12. c 13. a 14. d 15. c
16. d 17. c 18. b 19. c 20. c
Ralat: Soal nomor 13 seharusnya logam Co (kobalt), bukan CO (karbon monoksida)
B.
1. Dampak hujan asam di antaranya adalah sebagai berikut:
· Menurunkan pH perairan sehingga membahayakan biota air
· Merusak tanaman
· Melarutkan logam-logam berat yang dapat mencemari air dan tanah
· Korosif bagi bangunan dan bahan-bahan logam
· Menyebabkan gangguan kesehatan
2. Pemanasan global terjadi akibat gas-gas rumah kaca memerangkap panas matahari yang seharusnya terpantul ke luar atmosfer sehingga permukaan bumi semakin panas. Hal ini dapat terjadi saat ini karena gas-gas rumah kaca semakin banyak jumlahnya di atmosfer karena terus dihasilkan manusia dalam jumlah besar melalui kegiatan pembakaran bahan bakar fosil.
3. Materi partikulat dapat menyebabkan berbagai gangguan pernapasan, seperti radang paru-paru dan tumor paru-paru, serta menyerang saraf, pencernaan, jantung, atau organ lainnya.
4. Penipisan ozon di lapisan stratosfer menyebabkan berkurangnya pelindung terhadap sinar UV yang dipancarkan matahari. Sinar UV dapat menyebabkan kanker pada manusia, penyakit pada tumbuhan, dan berbagai mutasi yang dapat membahayakan makhluk hidup.
5. --------Jawaban bervariasi (sesuai jawaban siswa)----------
6. Contoh penyakit menular yang dapat tersebar melalui air adalah:
· Hepatitis A à disebabkan oleh virus hepatitis A; gejala berupa demam, sakit kepala, sakit perut, kehilangan selera makan, pembengkakan hati
· Kolera à disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae; gejala berupa diare yang sangat parah, muntah-muntah, kejang dan lemas
· Disentri amuba à disebabkan oleh protozoa Entamoeba histolytica, gejala berupa diare, sakit perut, infeksi usus besar, tinja mengandung lendir dan darah
7. DDT dianggap sebagai senyawa berbahaya karena sifatnya persisten di alam dan terakumulasi dalam tubuh, kemudian dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai organ tubuh dan kanker.
8. Eutrofikasi dapat menurunkan kadar oksigen terlarut di perauran karena peristiwa ini dapat menyebabkan ledakan populasi algae (algae blooming). Populasi algae yang sangat banyak tersebut kemudian ketika mati akan dibusukkan oleh bakteri pembusuk. Akibatnya, populasi bakteri yang membutuhkan oksigen meningkat sehingga kadar oksigen terlarut turun.
9. Pada wanita hamil, keracunan timbal dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, atau kematian janin. Pada anak-anak, keracunan timbal dapat menyebabkan kecacatan mental dan gangguan fisik. Pada orang dewasa dapat meningkatkan resiko terserang hipertensi (tekanan darah tinggi).
10. Dampak polusi tanah pada kegiatan pertanian di antaranya adalah penurunan hasil panen karena tanaman mati akibat polutan tanah yang bersifat racun bagi tumbuhan atau yang sifatnya mengurangi kesuburan tanah.
Bab 4: Penanganan Limbah
Kaji Ulang (halaman 84)
1. Proses pengolahan primer limbah cair meliputi tahap penyaringan, pemisahan partikel dengan grit chamber, dan pengendapan. Endapan dan partikel hasil penyaringan atau pemisahan akan dipisahkan dari air limbah untuk diolah lebih lanjut, sementara air limbah yang telah melewati tahap pengolahan primer dapat dibuang ke lingkungan atau disalurkan untuk tahap pengolahan lebih lanjut.
2. Metode pengolahan sekunder limbah cair di antaranya adalah:
· Metode trickling filter
· Metode activated sludge
· Metode treatment ponds/lagoons
3. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses desinfeksi adalah:
· Daya racun zat
· Waktu kontak yang diperlukan
· Efektivitas zat
· Kadar dosis yang digunakan
· Tidak bersifat toksik bagi makhluk hidup lain
· Tahan terhadap air
· Biaya relatif murah
Kaji Ulang (halaman 94)
1. Penimbunan sampah dapat dilakukan dengan cara penimbunan terbuka (open dumping) atau dengan sanitary landfill.
2. Sanitary landfill tidak dapat mengatasi masalah limbah padat secara tuntas karena pada metode tersebut limbah hanya ditumpuk tanpa berkurang jumlahnya. Lama-kelamaan lahan penimbunan akan habis dan tidak ada tempat lagi untuk membuang limbah padat.
3. Insinerasi adalah proses pembakaran sampah/limbah padat menggunakan alat insinerator.
4. Kompos dapat memperbaiki struktur tanah dan menyediakan zat makanan yang diperlukan tumbuhan. Mikroba yang terkandung dalam kompos juga dapat membantu penyerapan zat makanan oleh tumbuhan.
5. Contoh bahan yang dapat didaur ulang adalah:
· Kertas
· Kaca
· Plastik
· Karet
· Logam (besi, baja, alumunium, dll)
Kaji Ulang (halaman 98)
1. Desulfurisasi adalah proses menghilangkan gas sulfur oksida dari udara.
2. Alat pengendap siklon memanfaatkan gaya sentrifugal sedangkan pengendap sistem gravitasi hanya mengandalkan gaya gravitasi. Ukuran partikel yang mampu diendapkan oleh pengendap siklon lebih kecil dari pengendap sistem gravitasi.
3. Alat pengendap elektrostatik menggunakan elektroda yang akan mengionisasi materi partikulat sehingga tertarik ke bawah sementara udara bersih dihembuskan ke luar alat pengendap.
Kaji Ulang (halaman 101)
1. Bioremediasi menggunakan bakteri/mikroorganisme untuk mendegradasi/mengurai limbah B3, sedangkan fitoremediasi menggunakan tumbuhan untuk menyerap dan mengakumulasi limbah B3.
2. Metode pembuangan limbah B3 di antaranya adalah:
· Sumur dalam/sumur injeksi (deep well injection)
· Kolam penyimpanan (surface impoundments)
· Secure landfill untuk limbah B3
3. Kelemahan metode secure landfill di antaranya adalah:
· Biaya operasi tinggi
· Mungkin mengalami kebocoran
· Bukan solusi jangka panjang karena limbah terus menumpuk
Latihan Akhir Bab (halaman 104)
A.
1. c 2. a 3. d 4. c 5. e
6. c 7. e 8. b 9. d 10. e
11. b 12. d 13. d 14. a 15. b
16. a 17. c 18. a 19. e 20. b
B.
1. Pada tahap pengolahan primer, limbah mengalami pengolahan secara fisika, yaitu dengan penyaringan (screening), kemudian pemisahan partikel menggunakan grit chamber, dan pengendapan. Selanjutnya air limbah mengalami pengolahan sekunder yang terutama berupa pengolahan secara biologi. Pengolahan secara biologi berarti menggunakan mikroorganisme untuk mendegradasi kandungan senyawa organik dalam limbah cair. Terdapat tiga metode pengolahan sekunder yang dapat digunakan, yaitu metode trickling filter, activated sludge, dan treatment ponds/lagoons.
2. Endapan lumpur hasil pengolahan limbah cair tidak dapat langsung dibuang ke lingkungan sebab endapan tersebut mengandung berbagai senyawa polutan yang telah terkonsentrasi hasil pemisahan dari limbah cair. Oleh karena itu endapan tersebut perlu diolah terlebih dahulu agar kandungannya tidak berbahaya bagi lingkungan.
3. Limbah padat yang berbahan plastik, logam, dan kaca dapat diolah dengan cara didaur ulang menjadi produk baru yang dapat dimanfaatkan kembali.
4. Pada metode penimbunan terbuka, sampah langsung ditimbun dalam lubang yang dibuat pada suatu lahan di tempat pembuangan akhir, sementara pada metode sanitary landfill, sampah ditimbun pada lubang yang telah dialasi suatu lapisan lempung dan plastik untuk mencegah rembesan limbah ke tanah.
5. Kelemahan proses insinerasi di antaranya adalah:
· Tidak dapat digunakan untuk semua jenis limbah padat
· Biaya operasi tinggi
· Menghasilkan asap dan abu buangan yang dapat menjadi pencemar juga
6. Alat pada gambar adalah alat pengendap siklon yang digunakan untuk mengendapkan materi partikulat yang terkandung dalam udara buangan. Alat ini memanfaatkan gaya sentrifugal dari udara yang dihembuskan ke dalam alat sehingga materi partikulat yang ukuran partikelnya relatif besar akan jatuh ke bawah sementara udara bersih terhembus ke luar alat.
7. Cara mengontrol pembuangan limbah gas ke udara di antaranya adalah:
· Desulfurisasi
· Menurunkan suhu pembakaran
· Menggunakan alat pengubah katalitik untuk menyempurnakan pembakaran
8. Kompos merupakan salah satu cara efektif untuk menanganani limbah padat organik, sebab metode ini relatif murah dan sederhana sehingga dapat dilakukan oleh banyak orang, serta dapat pula menghasilkan suatu produk yang memiliki nilai ekonomi.
9. Pengolahan limbah B3 secara biologi dapat dengan menggunakan metode bioremediasi atau fitoremediasi. Keduanya menggunakan makhluk hidup untuk menghilangkan limbah B3 dari lingkungan yang tercemar. Kelebihan metode ini adalah biaya relatif murah, sementara kelemahannya adalah waktu yang relatif lama dan dikhawatirkan dapat membahayakan rantai makanan dalam ekosistem.
10. Beberapa cara pembuangan limbah B3:
· Metode sumur dalam/sumur injeksi (deep well injection) à limbah B3 dipompakan ke lapisan batuan dalam.
· Metode kolam penyimpanan (surface impoundments) à limbah B3 ditampung dalam kolam-kolam yang diberi lapisan pelindung untuk mencegah rembesan limbah.
· Metode secure landfill à limbah B3 ditimbun dalam landfill dengan tingkat keamanan tinggi (lapisan ganda dan alat monitor)
Latihan Ulangan Umum (halaman 107)
A.
1. d 2. e 3. b 4. d 5. a
6. c 7. b 8. d 9. a 10. c
11. c 12. c 13. b 14. d 15. a
16. e 17. b 18. e 19. e 20. c
21. a 22. e 23. c 24. c 25. d
26. e 27. e 28. b 29. a 30. b
B.
1. Agar pengolahan limbah organik dan anorganik dapat berlangsung efektif dan efisien, limbah organik dan anorganik perlu dipisahkan dengan baik karena metode pengolahan kedua jenis limbah tersebut berbeda. Jika pemisahan tersebut telah dilakukan sejak proses pembuangan, maka pengolahan akan lebih mudah.
2. Limbah cair rembesan dan luapan adalah limbah cair yang berasal dari berbagai sumber yang memasuki saluran pembuangan limbah cair melalui rembesan ke dalam tanah atau melalui luapan dari permukaan. Contoh limbah cair ini adalah:
· air buangan dari talang atap
· air buangan AC
· aliran air dari tempat parkir dan bangunan perdagangan
3. Karakteristik limbah reaktif adalah:
· Pada keadaan normal tidak stabil dan dapat menyebabkan perubahan
· Dapat bereaksi hebat dengan air
· Apabila bercampur dengan air berpotensi menimbulkan ledakan, gas, uap, atau asap beracun dalam jumlah membahayakan
· Apabila pada pH rendah atau tinggi berpotensi menimbulkan ledakan, gas, uap, atau asap beracun dalam jumlah membahayakan
· Dapat mudah meledak atau bereaksi pada suhu dan tekanan standar
· Menyebabkan kebakaran karena melepas atau menerima oksigen, atau tidak stabil pada suhu tinggi
4. Limbah yang menyebabkan infeksi tergolong limbah B3 karena limbah tersebut membahayakan kesehatan manusia sebab mengandung berbagai agen penyebab penyakit menular. Sumber utama limbah tersebut adalah rumah sakit dan tempat-tempat pelayanan kesehatan lain.
5. Polutan adalah senyawa atau suatu zat yang mencemari lingkungan sehingga menurunkan kualitas lingkungan, sementara limbah adalah senyawa atau zat buangan kegiatan manusia yang belum tentu mencemari lingkungan. Limbah akan menjadi polutan apabila jumlahnya melebihi batas normal, berada di tempat yang tidak sesuai, atau di waktu yang tidak tepat.
6. Contoh polutan di air beserta sumbernya adalah:
Jenis polutan
Sumber utama
Agen penyebab penyakit
Limbah yang memerlukan oksigen
Minyak
Pestisida
Plastik
Deterjen
Timbal
Merkuri
Senyawa asam
Limbah rumah tabngga, kotoran hewan
Kotoran hewan, limbah industri, limbah rumah tangga
Buangan mesin dan kendaraan bermotor, tumpahan tangki dan kebocoran pipa atau sumur minyak
Lahan pertanian dan perkebunan
Limbah rumah tangga dan industri
Limbah rumah tangga dan industri
Bahan bakar mengandung timbal, beberapa pestisida, tempat peleburan timbal
Limbah industri
Pertambangan dan limbah industri
7. Pestisida adalah senyawa yang digunakan untuk membunuh makhluk hidup yang dianggap mengganggu oleh manusia, Macam pestisida adalah:
· Insektisida à organisme target adalah serangga
· Herbisida à organisme target adalah tumbuhan pengganggu
· Fungisida à organisme target adalah jamur
Apabila digunakan berlebihan, pestisida dapat bersifat racun bagi tumbuhan dan biota tanah lain, dapat mencemari air, dan dapat terakumulasi dan persisten dalam tubuh makhluk hidup dan menimbulkan kerusakan organ atau gangguan kesehatan.
8. Contoh Indikator biologi:
· Polusi udara à lumut kerak
· Polusi air à diatom, zooplankton, bakteri koliform
· Polusi tanah à cacing tanah
9. beberapa gas berbahaya yang dapat mencemari udara adalah:
· Karbon monoksida à menimbulkan kerusakan saraf dan kematian
· Sulfur oksida dan nitrogen oksida à menimbulkan gangguan pernapasan seperti bronkitis, emfisema, dan asma
· Asap rokok à Dapat menimbulkan kanker
10. Algae blooming terjadi akibat peristiwa eutrofikasi, yaitu adanya nutrisi yang berlebihan dalam perairan sehingga algae tumbuh subur dan populasinya meningkat drastis. Algae blooming ini dapat menyebabkan gangguan penetrasi cahaya ke dalam perairan sehingga mengganggu kehidupan biota air lain, dapat mengeluarkan racun yang membahayakan biota air lain, dan dapat menurunkan DO perairan akibat dibusukkan oleh bakteri pembusuk.
11. Tempat pembuangan sampah dapat menyebabkan dampak negatif berikut:
· lahan tidak dapat digunakan untuk keperluan lain
· menimbulkan bau tak sedap
· menganggu estetika
· menjadi sumber penyakit
12.a.Mekanisme desinfeksi limbah cair adalah dengan menggunakan senyawa atau zat tertentu yang dapat membunuh mikroorganisme (secara kimia), atau dengan perlakukan fisik.
b.Contoh mekanisme desinfeksi adalah:
· klorinasi
· penyinaran dengan sinar UV
· ozonisasi
13. Kompos dibuat dengan menggunakan mikroorganisme atau makhluk hidup lain yang dapat mengurai bahan-bahan organik sehingga menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tumbuhan. Contoh makhluk hidup yang dapat digunakan adalah:
· bakteri
· khamir
· cacing tanah
14. Bahan yang dapat didaur ulang:
· plastik à pot tanaman, hanger, mainan anak-anak
· karet à campuran bahan pembuatan jalan
· kaca à wadah kaca, hiasan, bahan pembuat jalan
· kaleng alumunium à menjadi kaleng baru kembali
· kertas à menjadi kertas baru kembali
15. Kelemahan sistem pengolahan limbah B3 secara biologi di antaranya adalah:
· waktu yang diperlukan relatif lama
· dapat membawa senyawa beracun ke dalam rantai makanan di ekosistem sehingga membahayakan makhluk hidup lain


Semoga tulisan saya kali ini bermanfaat!
Terimakasih! 

0 komentar:

Post a Comment

!!!PERHATIAN!!!
Jika Anda adalah Manusia, serta otak dan akal sehat Anda masih berfungsi dengan normal, tunjukan itu dengan tidak berkomentar menggunakan kata-kata kasar dan tidak lazim! Terimakasih :)

Translate

Popular Posts

Powered by Blogger.

Follow!

MS-29 © 2013 Published By Gooyaabi Templates Supported by Best Blogger Templates and Premium Blog Templates - Web Design